Barang Bekas vs Barang Antik

Barang Bekas vs Barang Antik

Barang Bekas vs Barang Antik

Ada sebuah program televisi dari channel luar negeri yang menarik bagi saya. Nama programnya adalah “The Picker”, program reality show ini menceritakan perjalanan bisnis sebuah perusahaan barang  -barang antik atau lebih mudahnya barang – barang bekas. The picker ini berkeliling ke seluruh  negeri di Amerika untuk mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai untuk mereka beli dan jual kembali.

Menariknya barang – barang lama yang sudah berkarat, kotor, kumuh masih sangat menarik bagi mereka dan mampu mereka jual kembali dengan harga ribuan dollar bahkan.  Menurut mereka, yang membuat barang bekas tadi terlihat tidak berharga sama sekali namun dapat disulap jadi barang antik yang berharga ribuan dollar apalagi jika ada sebuah kisah amazing yang menyertai benda tersebut.

Sahabat, dalam kisah tersebut dapat kita ambil pesan moralnya. Dalam kehidupan  kita juga berhak memilih menjadi barang bekas yang tidak ada nilainya.  Yang hanya sekedar numpang hidup saja tanpa ada kisah kehidupan amazing dalam hidup kita berupa prestasi dan kontribusi yang layak dikenang atau kah kita ingin memilih menjadi barang antik yang bernilai tinggi, dinilai tinggi di dunia dengan keberhasilan meraih kekayaan, kedudukan yang tinggi, keilmuan yang bermanfaat dan kecintaan yang melimpah dari orang – orang yang kita cintai. Puncaknya keberadaan kita dirindukan oleh penghuni surga. Cara yang paling sederhana mulailah torehkan kisah amazing dalam hidup kita dengan meraih prestasi – prestasi terbaik dan menggunakannya untuk berkontribusi buat kebahagiaan orang lain.

 

Salam,

Asnando Danu


Edited by Harold F. Haryono