Perbedaan UFC dan Smackdown

Perbedaan UFC dan Smackdown

                 Beberapa tahun yang lalu, masih segar dalam ingatan kita fenomena olahraga aplikasi gulat. Olahraga yang membuat gulat dijadikan sebuah industrialisasi, dikombinasikan dengan tatanan panggung yang spektakuler. Olahraga ini sering disebut dengan SMACK DOWN.  Mulai dari anak kecil sampai dengan dewasa menyukainya terutama kaum adam. Pertarungan antara kaum adam yang mempunyai otot kekar berisi, seakan – akan membawa kita ke jaman bar – barian. Pertandingan dibumbuin dengan arogansi, kesombongan sehingga menghalalkan segala cara untuk menjadi pemenang. Mulai dari keroyokan sampai berbuat yang tidak etis asalkan bisa menang. Ketika pertandingan berakhir, yang menjadi pemenang dengan angkuhnya menyombongkan diri bahkan menghina yang kalah, sedangkan yang kalah dengan berapi – api mengucapkan sumpah serapah untuk balas dendam.

                Bandingkan dengan UFC (Ultimate Fighting Championship), pertarungan yang mempertemukan berbagai aliran bela diri untuk bertarung. Dengan aturan yang disepakati bersama, para petarungpun bertarung dengan “sopan”. Dengan menjunjung tinggi fairplay mereka bertarung. Ketika pertandingan berakhirpun tidak ada kesombongan dari pemenang, tidak ada kebencian dan keinginan balas dendam dari yang kalah,  yang ada perasaan saling menghormati, saling menghargai.

Sahabat, dalam berbisnis maupun dalam dunia kerja sebaiknya kita mengadopsi “nilai” petarung UFC yang walaupun mempunyai potensi serta kemampuan luar biasa tapi tidak pernah sombong. Berjuang dengan penuh fair play, tidak menyikut kanan-kiri, menjatuhkan teman sejawat. Tidak menjilat atasan, bahkan tidak menginjak-injak bawahan. Jika kita diberikan anugrah lebih oleh Allah, bisa berupa wajah yang rupawan, ilmu yang mumpini, harta yang melimpah kita tidak sombong ,lebih mantap lagi kita gunakan seluas – luasnya untuk kemanfaatan sesama. Sebaliknya jika Allah memberikan kita peluang menikmati “proses” yang lebih lama dari teman-teman sejawat kita yang duluan naik gaji, naik pangkat, jangan pernah mencaci – maki bahkan menyalahkan semua orang, apalagi Tuhan YME.  Syukuri saja, enjoy aja, karena Tuhan sedang mempersiapkan nikmat yang lebih besar buat kita. So, selamat datang didunia penuh kebahagiaan.

 

Salam,

Coach Asnando Danu


Edited by Harold F.