Pesawat tempur vs pesawat komersil

Pesawat tempur vs pesawat komersil

Ketika ada pertanyaan di salah satu kelas bisnis saya, tentang apa bedanya perlakuan untuk bisnis startup dan bisnis yang sedang tumbuh. Saya sering memberikan ilustrasi sederhana dengan gaya pilot  pesawat tempur dan pilot pesawat komersil menerbangkan pesawat.

 

Pilot pesawat tempur, karena memiliki badan pesawat yang lebih langsing dan awak pesawat yang terbatas bisa dengan mudah melakukan manuver jungkir-balik pesawat dengan leluasanya.  Bandingkan dengan pilot pesawat komersil yang terkesan lebih “berhati-hati” ketika menerbangkan pesawatnya. Bahkan sang pilot membutuhkan tenaga expert  awak kabin (pramugara dan pramugari)  yang mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada penumpangnya selama penerbangan. Karena badan pesawatnya yang lebih panjang dan dengan jumlah penumpang yang lebih banyak pilot pesawat komersil lebih membutuhkan banyak pertimbangan untuk melakukan sebuah tindakan apalagi sebuah melakukan sebuah manuver. Informasi dari panel-panel kemudi lebih kompleks diperlukan pesawat komersil dibandingkan dengan pesawat tempur.

 

Sahabat, kalau saya analogikan cara mengemudikan pilot pesawat tempur itu sama dengan gaya kita pada saat menjalankan bisnis startup. Karena tidak banyak orang yang terlibat didalam usaha startup, kita bebas melakukan manuver-manuver bisnis yang terkadang bersifat spekulatif. Manuver-manuver ini terkadang harus kita lakukan untuk melatih otot keberanian kita melakukan inovasi , terobosan-terobosan bisnis dan otot insting kita dengan mengumpulkan berbagai pengalaman baik itu saat jatuh bahkan bangkrut.

 

Sedangkan gaya pilot pesawat komersil saya analogikan sama saat kita menangani bisnis yang sedang berkembang. Karena sudah semakin banyak karyawan yang “menumpang” mendapatkan saluran rejeki dari usaha kita, sebagai owner kita harus lebih “berhati-hati” dengan menyiapkan sebuah sistem. Saatnya kita merekrut tenaga-tenaga expert dibidangnya masing-masing seperti marketing, finance, sdm, operasional untuk membuat para karyawan kita lebih “nyaman” saat bekerja dengan panduan sistem yang ada. Sebagai ownerpun kita harus meng-update diri kita dengan pengetahuan untuk membaca indikator-indikator bisnis secara expert, seperti strategi marketing, menganalisa laporan keuangan, menganalisa trend pasar serta pengembangan bisnis kedepan.

 

SALAM SUKSES

Coach Asnando Danu