Teknologi Yang Mengerti Anda

Teknologi Yang Mengerti Anda

Saya setiap minggu punya jadwal rutin nganter ibu ke rumah sakit, karena ada terapi rutin yang harus dijalankan ibu. Sekali shift terapi dilakukan beberapa orang pasien sekaligus. Karena proses terapi yang lumayan lama, memakan waktu sekitar 5 jam-an sekali terapi, berbagai macam aktivitas yang dilakukan pasien berserta keluarga yang menunggu untuk menghabiskan waktu. Ada yang asyik bercengkerama, ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon. Ada yang asyik membaca buku atau koran favoritnya ada juga yang asyik nyemil dan makan.

Ada satu pasien dan keluarganya yang menarik perhatian saya, sang pasien kebetulan seorang gadis yang masih berumur sangat belia sekitar empat belasan tahun. Hari itu sang gadis kedatangan teman sekolahnya yang datang membesuk. Lima menit pertama terdengar suara canda khas para ABG, tiba-tiba lima menit kemudian suasana berubah jadi hening. Karena agak heran saya coba melihat ada apa, ternyata luar biasanya saat itu semuanya lagi khusyuk main “games” di ipadnya masing-masing. Dan kekhusyukan mereka bertahan hingga terapi selesai sekitar 4 jam kemudian . Tidak ada obrolan yang saling mendoakan kesembuhan dan kemudahan terapi, tidak ada canda tawa yang membuat sang pasien tersenyum. Semuanya asyik dengan “dunia” ipadnya masing-masing, akibatnya suasana yang seharusnya hangat penuh keakraban menjadi “garing” seakan-akan jarak mereka berjauhan. Padahal berdasarkan riset, seorang pasien bisa sembuh faktor terbesarnya bukan dari obat-obatan yang mahal atau peralatan medis yang canggih tapi dari perasaan bahagia yang bisa timbul karena merasa diperhatikan dan disupport dengan kebersamaan orang-orang yang dicintainya.

Sahabat, Zaman sekarang banyak yang menggunakan  pengetahuan dan penguasaan  gadget terbaru sebagai parameter modern atau katroknya (pinjem istilahnya mas tukul) seseorang. Yang megang (enggak tahu itu minjem atau punya sendiri) gadget paling gress langsung disebut manusia modern nih , melek teknologi. Padahal tahukah anda banyak akibat negatif yang timbul jika kita tidak bisa mengendalikan teknologi. Salah satunya yang paling fatal adalah berkurangnya kuantitas dan kualitas komunikasi yang sehat dengan orang-orang terdekat tercinta kita. Banyak orang yang merasa menjawab SMS, BBM atau membaca status FB atau Tweeter lebih penting dan mendesak dilakukan dibandingkan ngobrol dengan orang yang ada didekatnya. Karena itu aturlah kapan saat yang tepat kita berinteraksi dengan gadget kita dan kapan kita memberikan perhatian penuh saat berkomunikasi dengan orang yang kita cintai, saatnya anda yang mengerti dan mengendalikan teknologi….

 

 

Salam 3M (makin sehat, makin kaya , makin bahagia)

Asnando Danu (Happyprenuer)